Makassar – Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong turut serta dalam kegiatan Pelatihan Manajemen Reputasi Organisasi Zona I yang digelar di Makassar pada 15–17 Agustus 2025. Kegiatan ini dipusatkan di Hotel Aryaduta Makassar dan diikuti oleh pimpinan serta pengelola media Muhammadiyah dari berbagai provinsi di wilayah Indonesia Timur.
Unimuda Sorong diwakili oleh Dr. Vebby Anwar, SE., M.Si., Sekretaris Program Studi Ilmu Manajemen Program Magister, yang menjadi salah satu peserta dalam pelatihan tersebut. Kehadiran beliau sekaligus menegaskan komitmen Unimuda dalam memperkuat kapasitas komunikasi publik dan manajemen reputasi organisasi di era digital.
Pelatihan yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Pusat Syiar Digital, serta didukung Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan pimpinan dan staf komunikasi publik Muhammadiyah dalam membentuk citra positif organisasi di tengah dinamika perkembangan teknologi.
Adapun materi yang diberikan meliputi strategi membangun dan menjaga reputasi organisasi, teknik penanganan krisis, analisis pemangku kepentingan dan persepsi publik, hingga integrasi nilai dakwah Islam dalam komunikasi organisasi.
Para narasumber berasal dari kalangan akademisi dan praktisi komunikasi, yakni Prof. Dr. Adhianty Nurjanah, Dr. Fajar Junaedi, Dr. Aswad Ishak, dan Ayub Dwi Anggoro, Ph.D. Mereka menyajikan materi berbasis teori sekaligus praktik, termasuk simulasi krisis dan pengelolaan konten digital. Peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk melakukan latihan langsung, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan secara konkret.
Selain memperkuat kapasitas individu, kegiatan ini juga menjadi wadah sinergi dan jaringan antarwilayah Muhammadiyah di Indonesia Timur. Peserta berkesempatan berbagi strategi komunikasi serta menyusun rencana aksi untuk memperkuat reputasi institusi di daerah masing-masing.
Dengan adanya pelatihan ini, Unimuda Sorong bersama perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya diharapkan mampu semakin adaptif menghadapi tantangan komunikasi publik modern, sekaligus mengintegrasikan nilai dakwah dalam setiap upaya memperkuat citra organisasi.